Penyakit Leprosy/lepra, Filariasis, dan Balantidiasis pada satwa Primata

PENYAKIT SATWA PRIMATA
(Leprosy/Lepra, Filariasis, dan Balantidiasis)
                                                      
Leprosy/Lepra
·         Definisi
Lepra adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini pertama kali menyerang susunan saraf tepi , selanjutnya menyerang kulit, mukosa (mulut), saluran pernafasan bagian atas, sistem retikulo endotelial, mata, otot, tulang dan testis.
·         Etiologi
            Mycobacterium leprae adalah penyebab dari lepra. Sebuah bakteri yang tahan asam. Secara morfologik berbentuk pleomorf lurus batang panjang, sisi paralel dengan kedua ujung bulat, ukuran 0,3-0,5 x 1-8 mikron. Basil ini berbentuk batang gram positif, tidak bergerak dan tidak berspora, dapat tersebar atau dalam berbagai ukuran bentuk kelompok, termasuk massa ireguler besar  yang disebut sebagai globi.
·         Host
            Manusia, armadillo (Dasypus spp.), simpanse, dan mangabey (Cercocebus).
·         Tanda Klinis
            Adanya bercak tipis seperti panu pada badan dan lama-lama semakin melebar dan banyak, adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta peroneus, kulit menjadi tipis dan mengkilat. Munculnya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit, muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa). Sedangkan gejala umumnya dapat berupa panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil, anoreksia, nausea, kadang-kadang disertai vomitus, cephalgia, kadang-kadang disertai iritasi, orchitis dan pleuritis.
·         Pengobatan
            Lepra merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu cukup lama. Pengobatan umumnya menggunakan multiple drug therapy (menggunakan gabungan beberapa obat), misalnya gabungan obat bakterisidal dapson, rifampin, dan klofazimin. Pencegahan lepra dapat dilakukan dengan pemberian vaksin BCG tetapi efektivitasnya bervariasi pada masing-masing individu, dan penerapan biosafety level 2.

                                                            Filariasis
·         Definisi
            Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat seumur hidup  pada penderitanya.
·         Etiologi
            Filariasis disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang hidup di saluran dan kelenjar getah bening. Anak cacing yang disebut mikrofilaria, hidup dalam darah. Mikrofilaria ditemukan dalam darah tepi pada malam hari. Filariasis di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu:Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Di Indonesia, genus nyamuk yang menjadi vektor filariasis yaitu: Mansonia, Anopheles, Culex, Aedes, dan Armigeres, tetapi yang menjadi vektor utamanya ialah Anopheles farauti dan Anopheles punctulatus.
·         Host
Lutung (Presbytis criatatus), kera (Macaca fascicularis), dan Manusia.
·         Tanda Klinis
            Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit. Kemudian terjadi peradangan saluran kelenjar getah bening yang menjalar dari retrograde lymphangitis. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Sedangkan gejala kronisnya berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) yang biasanya terjadi pada tungkai (extremitas).
·         Pengobatan
            Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita filariasis adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi. Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) merupakan obat yang paling efektif untuk membunuh mikrofilaria maupun makrofilaria. Sedangkan untuk mencegah penyakit filariasis cara yang paling efektif yaitu nyamuk penularnya harus diberantas dan penerapan biosafety level 2. Cara tepat untuk memberantas nyamuk adalah berantas jentik-jentiknya di tempat berkembang biaknya, melalui penggunaan insektisida, pengasapan (thermal fogging) atau dengan pengabutan (cold fogging).

Balantidiasis
·         Definisi
            Balantidiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Balantidium coli. B.coli merupakan suatu protozoa yang masuk dalam filum Ciliophora, kelas Kinetofragminophorea, ordo Trichostomatida, famili Balantidiae. Merupakan protozoa besar, habitatnya pada usus besar. Parasit ini ditemukan di seluruh dunia yang beriklim subtropik dan tropik, tetapi frekuensinya rendah.
·         Etiologi
            Penyakit ini disebabkan oleh Balantidium coli. Balantidium coli adalah protozoa yang besar dan mempunyai 2 bentuk yaitu bentuk vegetatif dan bentuk kista, bentuk vegetatif adalah lonjong, besarnya 60-70 mikron. Pada bagian anterior terdapat sitostom yang berfungsi sebagai mulut. Di bagian posterior di temukan sitopig (cytopyge) berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat yang tidak di perlukan lagi. Pada seluruh tubuh terdapat bulu getar (silium) yang tersusun dalam baris longitudinal. Fungsi bulu getar adalah untuk bergerak dan mengambil makanan.
·         Host
            Kera, simpanse (Pan troglodytes), Squirrelmonkey (Saimiri sciurea).
·         Tanda Klinis
            Diare yang diselingi konstipasi, sakit perut, tidak nafsu makan, muntah dan kakeksia (cachexia). Jika infeksinya ringan biasanya ditemukan tanpa gejala. Kadang-kadang dapat menimbulkan infeksi ekstraintestinal, misalnya dapat menyebabkan peritonitis, uretriris.
·         Pengobatan

Pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian tetrasiklin atau iodokuinol. Sedangkan untuk pencegahannya yaitu dengan penerapan biosafety level 2, meningkatan sanitasi lingkungan, dan hygiene (khususnya kebersihan pakan dan minuman).
Baca selengkapnya >>>